Articles

3 Jenis Acne Scar yang Perlu Kamu Ketahui

Rabu, 14 Oktober 2020 - 12.15 WIB


Setuju ‘kan KEDAfren, kalau punya kulit wajah sehat dan mulus adalah dambaan setiap orang? Sayangnya tidak semua orang beruntung bisa mendapatkannya, apalagi jika jerawat gemar hadir menghiasi kulit wajah. Setelah jengkel melalui segala perjuangan melawan jerawat pun, seringkali ia masih meninggalkan bekas.

Sisa bekas jerawat dapat berupa permukaan kulit yang tidak rata, tampak berlubang-lubang, berlekuk-lekuk, atau yang biasa dikenal dengan istilah bopeng. Umumnya terbentuk akibat jerawat yang pecah karena dipencet atau digaruk dengan tangan kotor. Keadaan ini juga dikenal sebagai acne scars.

 

Ternyata acne scars ada beragam bentuknya ‘lho KEDAfren. Kenali dulu yuk jenis-jenis acne scars yang bisa terjadi, seperti dibawah ini.

1. Atrophic Acne Scars 

Jenis ini merupakan yang paling sering ditemukan, terbentuk ketika kulit tidak mampu beregenerasi secara optimal karena kurangnya jumlah kolagen sehingga meninggalkan lekukan lebih dalam dari pada permukaan kulit yang seharusnya. Bopeng ini bukan hanya terbentuk akibat jerawat, tetapi juga bisa karena bekas cacar air atau tahi lalat yang dihilangkan. Terdapat 3 bentuk bopeng dari bekas jerawat jenis ini, yaitu:

  • Ice Pick Scars

Cekungan bekas jerawat ini mencapai lapisan kulit yang sangat dalam (bagian dermis atau subkutan), sehingga terlihat seperti lubang kecil bekas tusukan dalam dan semakin menyempit di bagian dasarnya (mirip huruf “V”).

  • Boxcar Scars

Tampak sebagai bopeng berbentuk oval atau bundar dengan cekungan yang tidak terlalu dalam, namun dasarnya rata dan lebar dengan batas yang tegas (mirip huruf “U”)

  • Rolling Scars

Cirinya tidak memiliki batas yang tegas sehingga membuat kulit tampak naik-turun seperti bergelombang (mirip huruf “M”).

 

2. Hypertrophic Scars

Ciri-ciri bekas jerawat jenis ini yaitu berwarna merah muda, menonjol, dan tegas karena tumbuh diatas permukaan kulit. Jerawat di area badan sering meninggalkan bekas jerawat jenis ini, meskipun dapat juga tumbuh di manapun. Berbeda dengan jenis sebelumnya, hypertrophic scars terjadi karena produksi kolagen yang berlebih.

 

3. Keloid Scars

Bukan hanya karena bekas luka, keloid juga bisa tumbuh akibat bekas jerawat ‘lho! Bentuknya khas berupa tonjolan berwarna ungu kemerahan, berukuran lebih besar daripada ukuran jerawat sebelumnya. Penyebabnya karena aktivitas kolagen yang berlebih sebagai akibat dari aktivitas enzim kolagenase yang menurun. Sama seperti hypertrophic scars, bekas jerawat ini kerap tersisa dari jerawat yang tumbuh di badan.


Bagi KEDAfren yang kurang percaya diri akibat acne scars apapun itu jenisnya, jangan berkecil hati dulu ya. Rangkaian treatment Scar Solutions dari Estetika dr. Affandi akan membantu kamu meraih kembali kulit mulus bebas bopeng. Yuk, segera konsultasikan kondisi kulitmu dari rumah dengan dokter profesional melalui Live Video Consultation untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan jenis bekas jerawat yang kamu alami!



DID YOU LIKE THIS? SHARE IT!


LEAVE COMMENT